15 Agustus 2013

Menuju Komunitas ASEAN Tanpa Menjadi Pecundang



Komunitas ASEAN pada dasarnya adalah sebuah konsep yang terus berkembang. Komunitas ASEAN 2015 sebentar lagi akan terbentuk. Dalam menuju Komunitas ASEAN 2015 tersebut, masih banyak yang belum paham mengenai Komunitas ASEAN 2015 tersebut. 

ASEAN sebagai organisasi regional telah mengalami proses integrasi regional secara berkelanjutan. Jika dari kata pembentuknya, Komunitas merupakan sebuah perkumpulan orang atau sebuah kelompok yang mempunyai tujuan yang sama dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi yang beranggotakan negara-negara di Kawasan Asia Tenggara. Jadi, Komunitas ASEAN 2015 adalah sebuah komunitas yang beranggotakan negara-negara dari kawasan Asia Tenggara dan komunitas ini akan dibentuk pada tahun 2015 yang akan datang.

Menyambut pemberlakuan Komunitas ASEAN 2015, Indonesia harus segera menyiapkan diri. Kita sebagai masyarakat Indonesia tidak boleh jadi pecundang, kita harus menjadi pemenang. Suka tidak suka, mau tidak mau, Indonesia harus siap masuk ke komunitas ini. McMillan dan Chavis (1986) merumuskan perasaan komunitas sebagai “Perasaan bahwa tiap anggota merasa memiliki, berarti satu sama lain, dan berbagi kepercayaan bahwa kebutuhan anggota akan terpenuhi lewat komitmen untuk bersama”.

Komunitas ASEAN 2015 merupakan ajang perjuangan posisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Indonesia harus siap karena melihat manfaat nyata bagi rakyat. Tidak bisa dipungkiri memang, terkadang masih ada perselisihan antar negara anggota ASEAN. Oleh sebab itulah Komunitas ASEAN inilah menjadi penguat kerja sama antar negara anggota ASEAN.

Peningkatan proses integrasi regional memberi beban tambahan dalam sistem diplomasi ASEAN sebagai akibat dari transaksi secara regional. Padahal, infrastruktur dan ASEAN Regional Governance belum berkembang setara dengan tambahan beban yang ada. Konsekuensi yang terjadi adalah muncul kekecewaan antarpihak yang mengarah pada konflik terbuka. Oleh sebab itu, munculnya beban tambahan perlu diimbangi dengan semakin berkembangnya Komunitas ASEAN.

Gagasan Komunitas ASEAN tidak hanya mencakup komponen ekonomi dan sosial-budaya, tetapi juga meliputi unsur keamanan dan politik. Masyarakat Keamanan ASEAN (MKA) menginginkan stabilitas dan perdamaian ASEAN. Komunitas ASEAN menyadari bahwa ancaman tidak hanya berasal dari konflik bersenjata antarnegara, tetapi juga meliputi ancaman yang komprehensif, seperti ancaman dari   pandemik, terorisme internasional, narkoba, dan kejahatan antarbangsa.

Di tahun 2015, politik luar negeri Indonesia dihadapkan pada beberapa masalah, yaitu kompleksitas politik, ekonomi, keamanan, pertahanan, sosial, dan budaya. Tantangannya adalah bagaimana menjaga stabilitas dalam negeri untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat internasional terhadap pemerintah Indonesia. Keberhasilan upaya-upaya diplomasi akan masih menjadi tantangan ke depan untuk menjaga kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia. Indonesia harus melanjutkan upaya mengkomunikasikan peran aktif Indonesia dalam memelihara perdamaian dan keamanan dunia serta membangun kawasan Asia Tenggara yang aman, damai dan berkemakmuran.

Kita belum menyaksikan adanya suatu Komunitas Civil Society yang tampil berbekal pedang untuk mengupas secara kritis dan memberikan suara-suara produktif ditengah sepi nya gagasan untuk membangun ASEAN. Dengan adanya Komunitas ASEAN 2015, mari kita jadikan suatu momentum untuk memberikan kontribusi pemikiran guna memberi solusi yang menyejukkan agar dapat memperbaiki keadaan dengan Konstruktif Berbasis Kerakyatan (People Centered).

Berbicara tentang Komunitas Blogger ASEAN,  para Blogger dari berbagai macam daerah di Indonesia dapat memperkenalkan potensi potensi dan sumber-sumber daya yang ada di berbagai daerah melalui tulisan maupun video di media sosial. Hal tersebut dilakukan sebagai ajang mempromosikan diri di ajang Internasional dan khususnya di Kawasan ASEAN. 

Komunitas ASEAN buka hanya menjadi milik negara atau pemerintah, tetapi harus menjadi milik komponen bangsa. Setiap masyarakat sudah seharusnya mengambil manfaat dari penyatuan komunitas tersebut.
Bukan saatnya lagi menjadi negara terjajah oleh ketidak mampuan untuk bisa mengelola negara sendiri. Indonesia adalah sebuah negara besar dan kaya akan sumber daya alam yang sampai sekarang masih dijajah oleh bangsa lain sehingga perlu ada sebuah upaya untuk membngun bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang merdeka sepenuhnya.

Pada akhirnya kita berharap bahwa Indonesia mampu menjadi sebuah negara yang mampu mensejahterakan rakyatnya dimana mengingat krisis global yang melanda dunia semakin mencekam adalah tugas besar bagi kita untuk mampu menemukan solusi yang terbaik untuk mampu menghadapi tantangan global dalam wawasan Komunitas ASEAN 2015 yang sarat akan pasar bebas sehingga mampu di antisipasi dampak terburuk bagi masyarakat kita secara umum. Bulatkan tekad dan kita siap menjadi bagian dari Komunitas ASEAN2015 dengan Integrasi Konstruktif Berbasis Kerakyatan (people centered).

0 Comment:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More