Komunitas ASEAN pada dasarnya
adalah sebuah konsep yang terus berkembang. Komunitas ASEAN 2015 sebentar lagi
akan terbentuk. Dalam menuju Komunitas ASEAN 2015 tersebut, masih banyak yang
belum paham mengenai Komunitas ASEAN 2015 tersebut.
ASEAN sebagai organisasi
regional telah mengalami proses integrasi regional secara berkelanjutan. Jika dari kata pembentuknya,
Komunitas merupakan sebuah perkumpulan orang atau sebuah kelompok yang
mempunyai tujuan yang sama dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu.
ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan
ekonomi yang beranggotakan negara-negara di Kawasan Asia Tenggara.
Jadi, Komunitas ASEAN 2015 adalah sebuah komunitas yang beranggotakan negara-negara
dari kawasan Asia Tenggara dan komunitas ini akan dibentuk pada tahun 2015 yang
akan datang.
Menyambut pemberlakuan Komunitas ASEAN 2015, Indonesia harus segera menyiapkan diri. Kita sebagai masyarakat
Indonesia tidak boleh jadi pecundang, kita harus menjadi pemenang. Suka
tidak suka, mau tidak mau, Indonesia harus siap masuk ke komunitas ini. McMillan
dan Chavis (1986) merumuskan perasaan komunitas sebagai “Perasaan bahwa tiap
anggota merasa memiliki, berarti satu sama lain, dan berbagi kepercayaan bahwa
kebutuhan anggota akan terpenuhi lewat komitmen untuk bersama”.
Komunitas ASEAN 2015 merupakan
ajang perjuangan posisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Indonesia harus
siap karena melihat manfaat nyata bagi rakyat. Tidak bisa dipungkiri memang,
terkadang masih ada perselisihan antar negara anggota ASEAN. Oleh sebab itulah
Komunitas ASEAN inilah menjadi penguat kerja sama antar negara anggota ASEAN.
Peningkatan proses integrasi
regional memberi beban tambahan dalam sistem diplomasi ASEAN sebagai akibat
dari transaksi secara regional. Padahal, infrastruktur dan ASEAN Regional Governance
belum berkembang setara dengan tambahan beban yang ada. Konsekuensi yang
terjadi adalah muncul kekecewaan antarpihak yang mengarah pada konflik terbuka.
Oleh sebab itu, munculnya beban tambahan perlu diimbangi dengan semakin
berkembangnya Komunitas ASEAN.
Gagasan Komunitas ASEAN tidak
hanya mencakup komponen ekonomi dan sosial-budaya, tetapi juga meliputi unsur
keamanan dan politik. Masyarakat Keamanan ASEAN (MKA) menginginkan stabilitas
dan perdamaian ASEAN. Komunitas ASEAN menyadari bahwa ancaman tidak hanya
berasal dari konflik bersenjata antarnegara, tetapi juga meliputi ancaman yang
komprehensif, seperti ancaman dari pandemik,
terorisme internasional, narkoba, dan kejahatan antarbangsa.
Di tahun 2015, politik luar
negeri Indonesia dihadapkan pada beberapa masalah, yaitu kompleksitas politik,
ekonomi, keamanan, pertahanan, sosial, dan budaya. Tantangannya adalah
bagaimana menjaga stabilitas dalam negeri untuk tetap menjaga kepercayaan
masyarakat internasional terhadap pemerintah Indonesia. Keberhasilan upaya-upaya
diplomasi akan masih menjadi tantangan ke depan untuk menjaga kepercayaan
masyarakat internasional terhadap Indonesia. Indonesia harus melanjutkan upaya
mengkomunikasikan peran aktif Indonesia dalam memelihara perdamaian dan
keamanan dunia serta membangun kawasan Asia Tenggara yang aman, damai dan
berkemakmuran.
Kita belum menyaksikan adanya suatu
Komunitas Civil Society yang tampil berbekal pedang untuk mengupas secara
kritis dan memberikan suara-suara produktif ditengah sepi nya gagasan untuk
membangun ASEAN. Dengan adanya Komunitas ASEAN 2015, mari kita jadikan suatu
momentum untuk memberikan kontribusi pemikiran guna memberi solusi yang
menyejukkan agar dapat memperbaiki keadaan dengan Konstruktif Berbasis
Kerakyatan (People Centered).
Berbicara tentang Komunitas Blogger ASEAN, para Blogger dari
berbagai macam daerah di Indonesia dapat memperkenalkan potensi potensi dan
sumber-sumber daya yang ada di berbagai daerah melalui tulisan maupun video di
media sosial. Hal tersebut dilakukan sebagai ajang mempromosikan diri di ajang
Internasional dan khususnya di Kawasan ASEAN.
Komunitas ASEAN buka hanya menjadi
milik negara atau pemerintah, tetapi harus menjadi milik komponen bangsa.
Setiap masyarakat sudah seharusnya mengambil manfaat dari penyatuan komunitas
tersebut.
Bukan saatnya lagi menjadi negara
terjajah oleh ketidak mampuan untuk bisa mengelola negara sendiri. Indonesia
adalah sebuah negara besar dan kaya akan sumber daya alam yang sampai sekarang
masih dijajah oleh bangsa lain sehingga perlu ada sebuah upaya untuk membngun
bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang merdeka sepenuhnya.
Pada akhirnya kita berharap bahwa
Indonesia mampu menjadi sebuah negara yang mampu mensejahterakan rakyatnya
dimana mengingat krisis global yang melanda dunia semakin mencekam adalah tugas
besar bagi kita untuk mampu menemukan solusi yang terbaik untuk mampu
menghadapi tantangan global dalam wawasan Komunitas ASEAN 2015 yang sarat akan
pasar bebas sehingga mampu di antisipasi dampak terburuk bagi masyarakat kita
secara umum. Bulatkan tekad dan kita siap menjadi bagian dari Komunitas ASEAN2015 dengan Integrasi Konstruktif Berbasis Kerakyatan (people centered).







0 Comment:
Posting Komentar