14 September 2012

Mahasiswa Durian

Pernahkah melihat aksi, demonstrasi atau gerakan protes lain khususnya yg dilakukan oleh mahasiswa(?) 

Mari bandingkan dengan Durian. Kenapa jadi Durian buah yang konon mendapat julukan Raja Buah(?) padahal gak setiap orang menyukai Durian.

Dari itu terpikirkan dalam menyikapi  aksi, demonstrasi atau gerakan protes lain cenderung ke masalah selera yaitu suka atau tidak. Mengapa(?)
-> Jika kamu suka makan Durian, terus ada temenmu yg eneg apakah kamu akan bilang "aneh banget sih lo.. Ini enak tau.."
-> Jika kamu gak suka Durian tapi temenmu suka . Apakah kamu akan bilang. "kok lu bisa suka bgt sih sama tu buah? Freak."
----> Apa yang ada di pikiran ketika melihat contoh diatas(?) <------

Ya, ini masalah selera atau dalam konteks gerakan protes ini ttg "metode" sehingga kita tdk bisa dgn mudah men-judge.
Mari coba gunakan filosofi Durian tadi ke cara kita menyikapi sebuah demonstrasi khususnya oleh mahasiswa
->  Jangan sekali-kali kawan-kawan yang semangat turun aksi ke jalan begitu mudahnya men-judge kawan-kawan yang gak suka aksi adalah mahasiswa payah!
->  Begitu pula kawan-kawan yang gak suka aksi, jangan sekali-kali judging kalo kawan-kawan yang suka aksi itu kurang kerjaan, malu-maluin, sok kritis. What??

ini adalah tentang metode. Metode untuk menjaga idealisme kita sebagai mahasiswa & ruh pergerakan mahasiswa.
Metodenya bermacam-macam.. Salah satunya dengan gerakan aksi turun ke jalan.. Ya emang gitu mahasiswa.. 

Tapi ada beberapa batasan.  Batasannya adalah hak & kewajiban publik yang diatur dalam undang-undang.
-> Menyampaikan aspirasi, protes, demonstrasi itu boleh. Karena di lindungi undang-undang tentang kebebasan berpendapat.
-> Hak pengguna jalan & fasilitas umum untuk mendapatkan kenyamanan juga di lindungi oleh undang-undang.
yang penting idealisme sebagai mahasiswa tetap terjaga, tetap kritis, berkontribusi, bergerak dengan apapun metodenya.

Jangan sukanya nyinyir aja yang suka kritis ke sistem/birokrasi tapi gak punya gagasan kritik itu bisa didengar. 
-> Berkoar kalau kepentingannya atau golongannya di usik. Selain itu "emang gue pikirin??"
-> Hobinya nyindir teruss. Padahal yang disindir juga belum tentu ngerasa kok. Dia nyindir cuma untuk memuaskan hatinya saja.
-> Gak ngomong di forum tapi begitu selesai banyak mengkritisi forum. "tadi tuh blablablabla.."

Paradigma yang mungkin harus diubah yaitu aksi demonstrasi itu gak boleh anarkis, ganggu hak publik, ngerusak. dan gak harus banyak personil yang penting "kreatif & berani".

Pernahkah melihat
-> Mahasiswa liat aksi terus ngomong "malu-maluin, mahasiswa kok kerjaannya demo" Hey!This is wrong statement.
-> Mahasiswa yang ngomong "memalukan mahasiswa kerjaannya tawuran" atau "ngerusak" atau "nyontek" atau "titip absen". This right statement.

So, jangan mudah menjudge.. Aksi itu ibarat buah Durian yang dimana itu semua tentang selera.

0 Comment:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More