24 April 2012

Perjuangan CEO Bakrie Grup

Bakrie Group, kini menjadi perusahaan besar perdagangan Indonesia yang didirikan pada 1942 dan menjadi sebuah grup perusahaan yang bergerak di banyak bidang. Sekarang ini, perusahaan ini bergerak di bidang telekomunikasi, media, produksi pipa, bahan bangunan, komponen otomotif, dan investasi dalam pertambangan batu bara.

Diprakasai oleh Achmad Bakrie yang dimana jiwa entreupreunership Achmad Bakrie ini sudah tumbuh sejak masa kanak-kanak. Di masa kecilnya, Achmad Bakrie sering berjualan roti untuk menambah uang jajannya.


Saya pernah mendengar keluarga Bakrie pada saat itu belum bisa dikatakan sebagai keluarga kaya, bahkan boleh dibilang sebagai keluarga yang kurang mampu, Sampai-sampai anak sulung Achmad Bakrie, yaitu Aburizal Bakrie (Pemimpin bakrie group sekarang ini) harus berjualan Tas di masa kecilnya karena saking sedikitnya uang saku yang diberikan oleh ayahnya.

Menjadi seorang CEO memang tidak mudah. Berikut yang dapat saya mungkin sampaikan beberapa point pada saat saya menjabat sebagai seorang CEO Grup Bakrie

Pertama,
Strengths ; dimana kita memahami aspek strategis, psikologis, dan budaya negosiasi, belajar langkah-langkah konkrit untuk mempersiapkan untuk bernegosiasi dalam berbagai situasi negosiasi; terlibat dalam berbagai latihan negosiasi dan menerima umpan balik pada kinerja. Peningkatan paradigma saat ini untuk kepemimpinan dan implikasinya bagi pengembangan individu.

Kedua,
Weaknesses ; terkadang kami mengalami proses tidak maju karena tidak kompak. Ketidak kompakan tersebut terjadi akibat adanya intervensi dari dalam maupun luar pihak. Oleh sebab itu, selaku CEO saya berkewajiban untuk menyelesaikan polemik tersebut sampai akar-akarnya agar tidak menjalar ke lain tempat.

Ketiga,
Opportunities ; sebagai seorang CEO lantas tidak membuat saya merasa puas. Justru hal itu yang membuat saya terpacu untuk melebarkan sayap-sayap  usaha yang tentunya kami akan memperhatikan unsur alam agar semaksimal mungkin kami tidak akan mengekploitasi besar-besaran hasil kekayaan alam Indonesia.

Keempat,
Threats ; terkadang pada point ini merasa cukup dan merasa tidak dipedulikan. Oleh sebab itu kami berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah ancaman dari pihak intern maupun pihak ekstern. Strategi juga harus diterapkan guna memberikan respon terhadap ancaman eksternal demi stabilitas kinerja Bakrie Group di masa kini dan harapan di masa yang akan datang. 


Jikalau sudah mengetahui namun mengabaikannnya bersiaplah mengalami kemunduran. Menjalankan dan menerapkan berdasarkan point SWOT merupakan bisnis yang berjalan lancar dan biasanya siapapun yang mampu menjalankan dan menerapkan SWOT adalah bisnis yang sukses. Tunggu inovasi kami berikutnya.

0 Comment:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More