29 Juli 2011

Puasa dalam Pandangan Islam



Puasa, yaa puasa dalam agama Islam atau Shaum (dalam Bahasa Arab صوم) secara bahasa artinya menahan atau mencegah. Menurut syariat agama Islam artinya menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hinggalah terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim. Perintah puasa difirmankan oleh Allah pada Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 183

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
yang artinya adalah : Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.



Menurut tafsir pada surat Al-Baqarah ayat 183 :
Salah satu dari perintah Tuhan adalah berpuasa yang mana perintah ini tidak hanya milik Islam, karena pada agama-agama terdahulu, puasa sudah diwajibkan. Puasa adalah jenis ibadah yang tak tampak. Jika orang lain, dapat melihat, shalat dan ibadah haji kita, namun puasa bukanlah perkara yang dapat dilihat dan kecil sekali kemungkinan berpura-pura dan riya'.

Puasa menguatkan kehendak dan iradah manusia. Seseorang yang selama sebulan mencegah diri dari makan dan minum serta kelezatan-kelezatan yang halal (masyru'), maka ia akan dapat mengontrol dan menjaga diri dari harta dan mahram orang lain.

Puasa merangsang dan memperkokoh intuisi insani dan agama. Seseorang yang merasakan pahitnya kelaparan selama sebulan, maka ia akan memahami dengan baik susahnya kelaparan dan akan tenggelam dalam memikirkan kaum miskin. Puasa juga memberikan satu peluang bagi meninggalkan dosa. Mayoritas dosa bersumber dari perut dan syahwat, dan dengan berpuasa dua sumber ini akan terkendalikan, akan mebngurangi kefasadan dan meningkatkan taqwa.

Namun perlu diingat di sini bahwa, meninggalkan makanan dan minuman, adalah bentuk lahiriyah puasa. Orang-orang suci dan auliya, disamping mencegah diri dari makan dan minum, juga memperhatikan sisi batiniyahnya serta menghindari dosa.

Dari ayat ini, kita dapat mengambil pelajaran-pelajaran sebagai berikut:
1. Diantara tanda keimanan adalah berpuasa yang memperkuat jiwa takwa dalam diri manusia.
2. Melaksanakan perintah-perintah Tuhan adalah menguntungkan kita, bukannya Tuhan memerlukan salat dan puasa kita.

0 Comment:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More