Ya Allah, kuatkanlah kami

ya Allah, seperti inikah dunia? apapun yang kulakukan selalu dianggap salah oleh orang lain.

Bodoh Bukan Jadi Alasan : Adam Khoo

Adam Khoo Lahir dengan nama lengkap Adam Khoo Yean Ann pada tanggal 8 April 1974 adalah jutawan termuda dan motivator sukses asal singapura.

Zinedine Zidane

Zinedine Yazid Zidane (lahir di Marseille, Perancis, 23 Juni 1972), dengan nama panggilan Zizou adalah seorang pemain sepak bola Perancis keturunan Aljazair.

Rahmad Darmawan Beri Kesempatan Untuk Pemain Blasteran

Pelatih kepala timnas U-23 Rahmad Darmawan mengungkapkan, jajaran pelatih akan memberikan kesempatan kepada dua pemain naturalisasi untuk mengikuti seleksi susulan tim Garuda Muda.

Burung Juga Saling Pijat kalau Stres

KOMPAS.com — Bukan hanya manusia yang bisa saling memijat untuk menghilangkan pegal di badan. Beberapa spesies burung juga didapati saling memijat. Kegiatan ini kemungkinan berdampak positif

23 Desember 2013

Cinta Sejati Memang Tidak Terbantahkan

Apa kamu merasa telah menemukan cinta sejati?
...
Apa kamu merasa telah melewatkan cinta sejati?



Perempuan bagaikan sekuntum bunga terpelihara, tidak semua kumbang boleh menghisap madunya.Bagaikan sorot mata yang membekukan tiap langkah namun sinarnya telah terbenam dalam redup lampu jalan.
Mungkin saja kesempatan telah kamu lewatkan karena hilangnya keberanian hanya untuk berkata, "hey, namamu siapa?" Kepada seorang perempuan di antara kerumunan orang asing yang telah membuatmu melewatkan adanya cinta sejati.

“Ehh-ehhh-hey, boleh aku duduk disini?” Perlu kekuatan untuk mengangkat langkah awal yang seolah seperti terikat rantai baja untuk mendekat kepadanya. Kuucapkan kalimat awal untuk seorang perempuan yang pernah singgah di kehidupannya
“Wah! Jono! Ngagetin banget. Apa kabar kamu, Jon?”, balasnya dengan gembira seolah bertemu kawan lama. 

....
Dia pun tersenyum dan senyumnya tetap sama. Tentu kesempatan ini aku takkan melewatkannya lagi.


Apa kamu merasa telah menemukan cinta sejati?
Lima tahun silam, keberanianku adalah pembuka kisah kita di kafe yang sama. Aku memberanikan diri melangkah menjauh dari kumpulan kawananku dan mataku tertuju ke kursi kosong di depanmu yang mungkin saja ditinggal kawanmu untuk pergi ke toilet.“Ehh-eeh-hey, namaku Jono. Boleh duduk duduk disini?”
Ekhm … Boleh aja. Ada apa?”, balasmu dengan nada bingung.
“Nama saya Jono, maaf mungkin kelakuanku freak, tapi senyum kamu manis banget. Boleh kita kenalan?”
....
Kamupun menunduk tersenyum dan tersipu. Duniaku seperti meleleh.
....
Ekhm.. Saya jadi bingung harus bagaimana. Haha. Well, nama saya Dora”, jawabmu dengan senyuman seperti melihat orang aneh di hadapanmu.

....
Seperti lima menit terlama dalam hidup. Tak lama berselang kawannya kembali.
....

“Mas, kamu siapa ya?”, kawan dari Dora yang berwajah judes mengeluarkan nada ketus dan bingung karena aku duduk di kursi yang dia tempati.
“Maaf, mbak. Aku cuma mau kenalan sama teman kamu ini”, jawabku dengan nada panik seolah sesosok Avatar menyerang Negara Api.
....
“Dora, sebelum aku pergi, boleh minta nomor handphone atau setidaknya nama lengkap untuk aku cari sendiri di facebook?” Dia terlihat tersenyum dan tersipu malu.
Nama lengkap Dora telah tertulis di atas selembar kertas yang masih kusimpan sampai hari ini.


Lima tahun yang lalu, aku merasa keberanianku ini telah membuatku tak akan pernah melewatkan cinta sejati.

Ketika aku sedang online facebook, entah telah mimpi apa semalam, tiba-tiba Dora memulai obrolan di facebook“… apa kabar kamu, Jono?”, pertanyaan yang telah membuat kita menjadi selayaknya kawan yang lama tak saling berhubungan.
“Aku baik. Sudah empat tahun ya, Dora. Gimana kuliahmu di Belanda?”, bukan nada kata penuh basa-basi dan jarak inilah yang sesungguhnya ingin kuucap, tetapi situasi hari ini sungguh membuat semuanya berbeda.
“Haha.. Lancar Jon!. Kuliahmu di Malaysia gimana Jon? Lama nih nggak ketemu! :))”
“ Alhamdulillah aman terkendali. Ayok boleh, nanti ya kalau kita udah Indonesia, kita ketemu”

Lima tahun menjadi waktu yang cukup lama untuk menanam sebuah kisah dan menumbuhkan penyesalan-penyesalan. Adanya keegoisan dan ketidakdewasaan, sering menjadi pemisah antara dua insan manusia, dan kita adalah salah satunya :')
Waktu yang dinanti tiba, tiba saat aku dan kamu akan bertemu di tempat yang sudah kita sepakati bersama. Yaa benar di tempat awal pertama kita bertemu. Responmu sungguh baik. Sempat terpikir bagaimana nantinya agar kembali mempesona dirimu dan topik-topik apa yang akan aku perbincangkan denganmu.


Apa kamu merasa telah menemukan cinta sejati? Hari ini, aku merasa seperti telah menemukannya kembali.

“Hahaha seru juga ya bisa ketemu dan ngobrol sama kamu lagi. Kita lanjut di waktu berikutnya yaa”, sebuah kalimat penutupku untuk mencoba mencairkan suasana yang sebenarnya tak pernah cair sepanjang obrolan kita ini, dan berharap ada pertemuan berikutnya.
...
Aku mencoba menyusun kalimat penutup berikutnya, suatu kata yang membuat hatiku tak kunjung berpindah hati meski selama lima tahun tak bertemu dengan Dora. Aku rasa ada perasaan yang tak selesai.

“Iya. Aku udah dijemput. Lain kali ya kita ngobrol lagi”, katamu dengan maksud menutup pertemuan kita dan segera bergegas menuju pintu keluar.
“Eh... Tunggu sebentar...  Mungkin telat, tapi sejujurnya aku mau ngomong ma-a... ”,
“Oh iya!”, kalimat Dora seketika memotong rangkaian indah sajak maaf yang sudah terbingkai.
“Aku kelupaan sesuatu nih”, lanjutmu.
“Jadi begini, Jono, sebelum kita susah ketemu lagi, sekarang aku mau ketemu karena aku ingin kasih sesuatu ke kamu. untung aja kamu panggil aku sebelum aku pergi...
...sebagai salah satu orang terdekat dan kawan lama, aku harap kamu bisa hadir...
...ini undangan pernikahan aku dengan Jordi.”
...

Apa kamu merasa telah menemukan cinta sejati?
Apa kamu merasa telah melewatkan cinta sejati?
Dia tak bisa menunggumu terlalu lama.
Mungkin juga kamu telah melewatkannya.

Untuk Setiap Kisah yang Terlewat dan Tidak Akan Kembali.



15 Agustus 2013

Menuju Komunitas ASEAN Tanpa Menjadi Pecundang



Komunitas ASEAN pada dasarnya adalah sebuah konsep yang terus berkembang. Komunitas ASEAN 2015 sebentar lagi akan terbentuk. Dalam menuju Komunitas ASEAN 2015 tersebut, masih banyak yang belum paham mengenai Komunitas ASEAN 2015 tersebut. 

ASEAN sebagai organisasi regional telah mengalami proses integrasi regional secara berkelanjutan. Jika dari kata pembentuknya, Komunitas merupakan sebuah perkumpulan orang atau sebuah kelompok yang mempunyai tujuan yang sama dan bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) merupakan sebuah organisasi geo-politik dan ekonomi yang beranggotakan negara-negara di Kawasan Asia Tenggara. Jadi, Komunitas ASEAN 2015 adalah sebuah komunitas yang beranggotakan negara-negara dari kawasan Asia Tenggara dan komunitas ini akan dibentuk pada tahun 2015 yang akan datang.

Menyambut pemberlakuan Komunitas ASEAN 2015, Indonesia harus segera menyiapkan diri. Kita sebagai masyarakat Indonesia tidak boleh jadi pecundang, kita harus menjadi pemenang. Suka tidak suka, mau tidak mau, Indonesia harus siap masuk ke komunitas ini. McMillan dan Chavis (1986) merumuskan perasaan komunitas sebagai “Perasaan bahwa tiap anggota merasa memiliki, berarti satu sama lain, dan berbagi kepercayaan bahwa kebutuhan anggota akan terpenuhi lewat komitmen untuk bersama”.

Komunitas ASEAN 2015 merupakan ajang perjuangan posisi Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Indonesia harus siap karena melihat manfaat nyata bagi rakyat. Tidak bisa dipungkiri memang, terkadang masih ada perselisihan antar negara anggota ASEAN. Oleh sebab itulah Komunitas ASEAN inilah menjadi penguat kerja sama antar negara anggota ASEAN.

Peningkatan proses integrasi regional memberi beban tambahan dalam sistem diplomasi ASEAN sebagai akibat dari transaksi secara regional. Padahal, infrastruktur dan ASEAN Regional Governance belum berkembang setara dengan tambahan beban yang ada. Konsekuensi yang terjadi adalah muncul kekecewaan antarpihak yang mengarah pada konflik terbuka. Oleh sebab itu, munculnya beban tambahan perlu diimbangi dengan semakin berkembangnya Komunitas ASEAN.

Gagasan Komunitas ASEAN tidak hanya mencakup komponen ekonomi dan sosial-budaya, tetapi juga meliputi unsur keamanan dan politik. Masyarakat Keamanan ASEAN (MKA) menginginkan stabilitas dan perdamaian ASEAN. Komunitas ASEAN menyadari bahwa ancaman tidak hanya berasal dari konflik bersenjata antarnegara, tetapi juga meliputi ancaman yang komprehensif, seperti ancaman dari   pandemik, terorisme internasional, narkoba, dan kejahatan antarbangsa.

Di tahun 2015, politik luar negeri Indonesia dihadapkan pada beberapa masalah, yaitu kompleksitas politik, ekonomi, keamanan, pertahanan, sosial, dan budaya. Tantangannya adalah bagaimana menjaga stabilitas dalam negeri untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat internasional terhadap pemerintah Indonesia. Keberhasilan upaya-upaya diplomasi akan masih menjadi tantangan ke depan untuk menjaga kepercayaan masyarakat internasional terhadap Indonesia. Indonesia harus melanjutkan upaya mengkomunikasikan peran aktif Indonesia dalam memelihara perdamaian dan keamanan dunia serta membangun kawasan Asia Tenggara yang aman, damai dan berkemakmuran.

Kita belum menyaksikan adanya suatu Komunitas Civil Society yang tampil berbekal pedang untuk mengupas secara kritis dan memberikan suara-suara produktif ditengah sepi nya gagasan untuk membangun ASEAN. Dengan adanya Komunitas ASEAN 2015, mari kita jadikan suatu momentum untuk memberikan kontribusi pemikiran guna memberi solusi yang menyejukkan agar dapat memperbaiki keadaan dengan Konstruktif Berbasis Kerakyatan (People Centered).

Berbicara tentang Komunitas Blogger ASEAN,  para Blogger dari berbagai macam daerah di Indonesia dapat memperkenalkan potensi potensi dan sumber-sumber daya yang ada di berbagai daerah melalui tulisan maupun video di media sosial. Hal tersebut dilakukan sebagai ajang mempromosikan diri di ajang Internasional dan khususnya di Kawasan ASEAN. 

Komunitas ASEAN buka hanya menjadi milik negara atau pemerintah, tetapi harus menjadi milik komponen bangsa. Setiap masyarakat sudah seharusnya mengambil manfaat dari penyatuan komunitas tersebut.
Bukan saatnya lagi menjadi negara terjajah oleh ketidak mampuan untuk bisa mengelola negara sendiri. Indonesia adalah sebuah negara besar dan kaya akan sumber daya alam yang sampai sekarang masih dijajah oleh bangsa lain sehingga perlu ada sebuah upaya untuk membngun bangsa ini menjadi sebuah bangsa yang merdeka sepenuhnya.

Pada akhirnya kita berharap bahwa Indonesia mampu menjadi sebuah negara yang mampu mensejahterakan rakyatnya dimana mengingat krisis global yang melanda dunia semakin mencekam adalah tugas besar bagi kita untuk mampu menemukan solusi yang terbaik untuk mampu menghadapi tantangan global dalam wawasan Komunitas ASEAN 2015 yang sarat akan pasar bebas sehingga mampu di antisipasi dampak terburuk bagi masyarakat kita secara umum. Bulatkan tekad dan kita siap menjadi bagian dari Komunitas ASEAN2015 dengan Integrasi Konstruktif Berbasis Kerakyatan (people centered).

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More