...
Apa kamu merasa telah melewatkan cinta sejati?
Perempuan bagaikan sekuntum bunga terpelihara, tidak semua kumbang boleh menghisap madunya.Bagaikan sorot mata yang membekukan tiap langkah namun sinarnya telah terbenam dalam redup lampu jalan.
Mungkin saja kesempatan telah kamu lewatkan karena hilangnya keberanian hanya untuk berkata, "hey, namamu siapa?" Kepada seorang perempuan di antara kerumunan orang asing yang telah membuatmu melewatkan adanya cinta sejati.
“Ehh-ehhh-hey, boleh aku duduk disini?” Perlu kekuatan untuk mengangkat langkah awal yang seolah seperti terikat rantai baja untuk mendekat kepadanya. Kuucapkan kalimat awal untuk seorang perempuan yang pernah singgah di kehidupannya
“Wah! Jono! Ngagetin banget. Apa kabar kamu, Jon?”, balasnya dengan gembira seolah bertemu kawan lama.
....
Dia pun tersenyum dan senyumnya tetap sama. Tentu kesempatan ini aku takkan melewatkannya lagi.
Apa kamu merasa telah menemukan cinta sejati?
Lima tahun silam, keberanianku adalah pembuka kisah kita di kafe yang sama. Aku memberanikan diri melangkah menjauh dari kumpulan kawananku dan mataku tertuju ke kursi kosong di depanmu yang mungkin saja ditinggal kawanmu untuk pergi ke toilet.“Ehh-eeh-hey, namaku Jono. Boleh duduk duduk disini?”
“Ekhm … Boleh aja. Ada apa?”, balasmu dengan nada bingung.
“Nama saya Jono, maaf mungkin kelakuanku freak, tapi senyum kamu manis banget. Boleh kita kenalan?”
....
Kamupun menunduk tersenyum dan tersipu. Duniaku seperti meleleh.
....
“Ekhm.. Saya jadi bingung harus bagaimana. Haha. Well, nama saya Dora”, jawabmu dengan senyuman seperti melihat orang aneh di hadapanmu.
....
Seperti lima menit terlama dalam hidup. Tak lama berselang kawannya kembali.
....
“Mas, kamu siapa ya?”, kawan dari Dora yang berwajah judes mengeluarkan nada ketus dan bingung karena aku duduk di kursi yang dia tempati.
“Maaf, mbak. Aku cuma mau kenalan sama teman kamu ini”, jawabku dengan nada panik seolah sesosok Avatar menyerang Negara Api.
....
“Dora, sebelum aku pergi, boleh minta nomor handphone atau setidaknya nama lengkap untuk aku cari sendiri di facebook?” Dia terlihat tersenyum dan tersipu malu.
Nama lengkap Dora telah tertulis di atas selembar kertas yang masih kusimpan sampai hari ini.
Lima tahun yang lalu, aku merasa keberanianku ini telah membuatku tak akan pernah melewatkan cinta sejati.
Ketika aku sedang online facebook, entah telah mimpi apa semalam, tiba-tiba Dora memulai obrolan di facebook“… apa kabar kamu, Jono?”, pertanyaan yang telah membuat kita menjadi selayaknya kawan yang lama tak saling berhubungan.
“Aku baik. Sudah empat tahun ya, Dora. Gimana kuliahmu di Belanda?”, bukan nada kata penuh basa-basi dan jarak inilah yang sesungguhnya ingin kuucap, tetapi situasi hari ini sungguh membuat semuanya berbeda.
“Haha.. Lancar Jon!. Kuliahmu di Malaysia gimana Jon? Lama nih nggak ketemu! :))”
“ Alhamdulillah aman terkendali. Ayok boleh, nanti ya kalau kita udah Indonesia, kita ketemu”
Lima tahun menjadi waktu yang cukup lama untuk menanam sebuah kisah dan menumbuhkan penyesalan-penyesalan. Adanya keegoisan dan ketidakdewasaan, sering menjadi pemisah antara dua insan manusia, dan kita adalah salah satunya :')
Waktu yang dinanti tiba, tiba saat aku dan kamu akan bertemu di tempat yang sudah kita sepakati bersama. Yaa benar di tempat awal pertama kita bertemu. Responmu sungguh baik. Sempat terpikir bagaimana nantinya agar kembali mempesona dirimu dan topik-topik apa yang akan aku perbincangkan denganmu.
Apa kamu merasa telah menemukan cinta sejati? Hari ini, aku merasa seperti telah menemukannya kembali.











