Ya Allah, kuatkanlah kami

ya Allah, seperti inikah dunia? apapun yang kulakukan selalu dianggap salah oleh orang lain.

Bodoh Bukan Jadi Alasan : Adam Khoo

Adam Khoo Lahir dengan nama lengkap Adam Khoo Yean Ann pada tanggal 8 April 1974 adalah jutawan termuda dan motivator sukses asal singapura.

Zinedine Zidane

Zinedine Yazid Zidane (lahir di Marseille, Perancis, 23 Juni 1972), dengan nama panggilan Zizou adalah seorang pemain sepak bola Perancis keturunan Aljazair.

Rahmad Darmawan Beri Kesempatan Untuk Pemain Blasteran

Pelatih kepala timnas U-23 Rahmad Darmawan mengungkapkan, jajaran pelatih akan memberikan kesempatan kepada dua pemain naturalisasi untuk mengikuti seleksi susulan tim Garuda Muda.

Burung Juga Saling Pijat kalau Stres

KOMPAS.com — Bukan hanya manusia yang bisa saling memijat untuk menghilangkan pegal di badan. Beberapa spesies burung juga didapati saling memijat. Kegiatan ini kemungkinan berdampak positif

14 September 2012

Mahasiswa Durian

Pernahkah melihat aksi, demonstrasi atau gerakan protes lain khususnya yg dilakukan oleh mahasiswa(?) 
Mari bandingkan dengan Durian. Kenapa jadi Durian buah yang konon mendapat julukan Raja Buah(?) padahal gak setiap orang menyukai Durian.

Dari itu terpikirkan dalam menyikapi  aksi, demonstrasi atau gerakan protes lain cenderung ke masalah selera yaitu suka atau tidak. Mengapa(?)
-> Jika kamu suka makan Durian, terus ada temenmu yg eneg apakah kamu akan bilang "aneh banget sih lo.. Ini enak tau.."
-> Jika kamu gak suka Durian tapi temenmu suka . Apakah kamu akan bilang. "kok lu bisa suka bgt sih sama tu buah? Freak."
----> Apa yang ada di pikiran ketika melihat contoh diatas(?) <------

Ya, ini masalah selera atau dalam konteks gerakan protes ini ttg "metode" sehingga kita tdk bisa dgn mudah men-judge.
Mari coba gunakan filosofi Durian tadi ke cara kita menyikapi sebuah demonstrasi khususnya oleh mahasiswa
->  Jangan sekali-kali kawan-kawan yang semangat turun aksi ke jalan begitu mudahnya men-judge kawan-kawan yang gak suka aksi adalah mahasiswa payah!
->  Begitu pula kawan-kawan yang gak suka aksi, jangan sekali-kali judging kalo kawan-kawan yang suka aksi itu kurang kerjaan, malu-maluin, sok kritis. What??

ini adalah tentang metode. Metode untuk menjaga idealisme kita sebagai mahasiswa & ruh pergerakan mahasiswa.
Metodenya bermacam-macam.. Salah satunya dengan gerakan aksi turun ke jalan.. Ya emang gitu mahasiswa.. 

Tapi ada beberapa batasan.  Batasannya adalah hak & kewajiban publik yang diatur dalam undang-undang.
-> Menyampaikan aspirasi, protes, demonstrasi itu boleh. Karena di lindungi undang-undang tentang kebebasan berpendapat.
-> Hak pengguna jalan & fasilitas umum untuk mendapatkan kenyamanan juga di lindungi oleh undang-undang.
yang penting idealisme sebagai mahasiswa tetap terjaga, tetap kritis, berkontribusi, bergerak dengan apapun metodenya.

Jangan sukanya nyinyir aja yang suka kritis ke sistem/birokrasi tapi gak punya gagasan kritik itu bisa didengar. 
-> Berkoar kalau kepentingannya atau golongannya di usik. Selain itu "emang gue pikirin??"
-> Hobinya nyindir teruss. Padahal yang disindir juga belum tentu ngerasa kok. Dia nyindir cuma untuk memuaskan hatinya saja.
-> Gak ngomong di forum tapi begitu selesai banyak mengkritisi forum. "tadi tuh blablablabla.."

Paradigma yang mungkin harus diubah yaitu aksi demonstrasi itu gak boleh anarkis, ganggu hak publik, ngerusak. dan gak harus banyak personil yang penting "kreatif & berani".

Pernahkah melihat
-> Mahasiswa liat aksi terus ngomong "malu-maluin, mahasiswa kok kerjaannya demo" Hey!This is wrong statement.
-> Mahasiswa yang ngomong "memalukan mahasiswa kerjaannya tawuran" atau "ngerusak" atau "nyontek" atau "titip absen". This right statement.

So, jangan mudah menjudge.. Aksi itu ibarat buah Durian yang dimana itu semua tentang selera.

24 April 2012

Perjuangan CEO Bakrie Grup

Bakrie Group, kini menjadi perusahaan besar perdagangan Indonesia yang didirikan pada 1942 dan menjadi sebuah grup perusahaan yang bergerak di banyak bidang. Sekarang ini, perusahaan ini bergerak di bidang telekomunikasi, media, produksi pipa, bahan bangunan, komponen otomotif, dan investasi dalam pertambangan batu bara.

Diprakasai oleh Achmad Bakrie yang dimana jiwa entreupreunership Achmad Bakrie ini sudah tumbuh sejak masa kanak-kanak. Di masa kecilnya, Achmad Bakrie sering berjualan roti untuk menambah uang jajannya.


Saya pernah mendengar keluarga Bakrie pada saat itu belum bisa dikatakan sebagai keluarga kaya, bahkan boleh dibilang sebagai keluarga yang kurang mampu, Sampai-sampai anak sulung Achmad Bakrie, yaitu Aburizal Bakrie (Pemimpin bakrie group sekarang ini) harus berjualan Tas di masa kecilnya karena saking sedikitnya uang saku yang diberikan oleh ayahnya.

Menjadi seorang CEO memang tidak mudah. Berikut yang dapat saya mungkin sampaikan beberapa point pada saat saya menjabat sebagai seorang CEO Grup Bakrie

Pertama,
Strengths ; dimana kita memahami aspek strategis, psikologis, dan budaya negosiasi, belajar langkah-langkah konkrit untuk mempersiapkan untuk bernegosiasi dalam berbagai situasi negosiasi; terlibat dalam berbagai latihan negosiasi dan menerima umpan balik pada kinerja. Peningkatan paradigma saat ini untuk kepemimpinan dan implikasinya bagi pengembangan individu.

Kedua,
Weaknesses ; terkadang kami mengalami proses tidak maju karena tidak kompak. Ketidak kompakan tersebut terjadi akibat adanya intervensi dari dalam maupun luar pihak. Oleh sebab itu, selaku CEO saya berkewajiban untuk menyelesaikan polemik tersebut sampai akar-akarnya agar tidak menjalar ke lain tempat.

Ketiga,
Opportunities ; sebagai seorang CEO lantas tidak membuat saya merasa puas. Justru hal itu yang membuat saya terpacu untuk melebarkan sayap-sayap  usaha yang tentunya kami akan memperhatikan unsur alam agar semaksimal mungkin kami tidak akan mengekploitasi besar-besaran hasil kekayaan alam Indonesia.

Keempat,
Threats ; terkadang pada point ini merasa cukup dan merasa tidak dipedulikan. Oleh sebab itu kami berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah ancaman dari pihak intern maupun pihak ekstern. Strategi juga harus diterapkan guna memberikan respon terhadap ancaman eksternal demi stabilitas kinerja Bakrie Group di masa kini dan harapan di masa yang akan datang. 


Jikalau sudah mengetahui namun mengabaikannnya bersiaplah mengalami kemunduran. Menjalankan dan menerapkan berdasarkan point SWOT merupakan bisnis yang berjalan lancar dan biasanya siapapun yang mampu menjalankan dan menerapkan SWOT adalah bisnis yang sukses. Tunggu inovasi kami berikutnya.

21 Januari 2012

Testimoni BRIDGE Terhadap Kunjungan Ke MAN 2 Jakarta

VIVAnews - Sistem pendidikan, ditambah budaya yang berbeda membuat beberapa guru Australia peserta program Building Relations through Intercultural Dialogue and Growing Engagement (BRIDGE) terkaget-kaget begitu mendapat kesempatan mengajar beberapa minggu di Indonesia.
Meski demikian, mereka bisa cepat beradaptasi dan mengaku banyak menemukan hal menarik yang tidak mereka temui di negara mereka.

"Saya melihat murid-murid Indonesia sangat menghormati guru mereka. Jujur, saya kaget dengan tradisi murid-murid mencium tangan saya sebagai bentuk penghormatan terhadap guru," tutur Emily Sullivan, seorang pengajar dari Our Lady of Sacred Heart College, Adelaide, di Jakarta.

Menurut Emily, yang mengajar selama beberapa minggu di MAN 2 Jakarta, di Australia murid-murid terbiasa menyapa guru mereka dengan cara yang kasual. Tak heran pengalaman pertamanya mendapat cium tangan dari murid-murid Indonesianya sangat berkesan.

Kolega Emily, Laura Brzezinski, juga mengaku kagum dengan tradisi upacara bendera. "Anda menghormati jasa pahlawan dengan berdiri dan memberi hormat selama beberapa menit setiap Senin pagi, itu mengagumkan. Orang Indonesia ternyata menghargai jasa pahlawannya," kata dia.

Bagi Emily dan Laura yang belum pernah berkunjung ke Indonesia sebelum mengikuti program BRIDGE, pengalaman mereka meruntuhkan stereotip tentang orang Indonesia yang selama ini digembar-gemborkan media luar.

Hal senada juga diutarakan Adam Chad, pengajar Canberra Grammar School, yang mengaku sudah sering sekali bepergian ke Bali. Ia mengungkapkan, media Australia selama ini menggambarkan Indonesia sebagai negara yang masih tertinggal, kecuali untuk Bali yang pariwisatanya sudah mendunia.

"Padahal, kalau orang Australia ingin tahu Indonesia yang sebenarnya, mereka harusnya datang ke tempat selain Bali, ke Jawa misalnya. Banyak hal tentang Indonesia yang tidak bisa Anda temui lewat buku atau Internet," ujar pria berambut pirang ini.

Adam sendiri mengaku kagum dengan nilai keluarga yang masih sangat kuat di Indonesia. "Di Indonesia, apapun yang terjadi pada Anda, selalu ada keluarga sebagai support system. Sungguh sesuatu yang tidak bisa sering ditemui di Australia."

Lain lagi cerita Melanie Cross, pengajar Waggrakine Primary School, Geraldton. "Murid-murid Indonesia sangat menyenangkan, mereka antusias! Kalau sudah di depan kelas, kadang saya merasa jadi selebriti," katanya setengah berseloroh.

Menurutnya, anak-anak Indonesia memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, namun tanpa mengurangi rasa hormat mereka terhadap guru. Selain itu, kekerabatan antar mereka juga masih kuat.

"Inilah yang menjadi pentingnya ada kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Australia. Saya harap semakin banyak siswa Australia yang tertarik mempelajari Indonesia dan budayanya dengan berkunjung langsung ke Indonesia,"  harap Melanie.

Sumber : vivanews.com

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More