Ya Allah, kuatkanlah kami
ya Allah, seperti inikah dunia? apapun yang kulakukan selalu dianggap salah oleh orang lain.
Bodoh Bukan Jadi Alasan : Adam Khoo
Adam Khoo Lahir dengan nama lengkap Adam Khoo Yean Ann pada tanggal 8 April 1974 adalah jutawan termuda dan motivator sukses asal singapura.
Zinedine Zidane
Zinedine Yazid Zidane (lahir di Marseille, Perancis, 23 Juni 1972), dengan nama panggilan Zizou adalah seorang pemain sepak bola Perancis keturunan Aljazair.
Rahmad Darmawan Beri Kesempatan Untuk Pemain Blasteran
Pelatih kepala timnas U-23 Rahmad Darmawan mengungkapkan, jajaran pelatih akan memberikan kesempatan kepada dua pemain naturalisasi untuk mengikuti seleksi susulan tim Garuda Muda.
Burung Juga Saling Pijat kalau Stres
KOMPAS.com — Bukan hanya manusia yang bisa saling memijat untuk menghilangkan pegal di badan. Beberapa spesies burung juga didapati saling memijat. Kegiatan ini kemungkinan berdampak positif
14 September 2012
Mahasiswa Durian
24 April 2012
Perjuangan CEO Bakrie Grup
Diprakasai oleh Achmad Bakrie yang dimana jiwa entreupreunership Achmad Bakrie ini sudah tumbuh sejak masa kanak-kanak. Di masa kecilnya, Achmad Bakrie sering berjualan roti untuk menambah uang jajannya.
Saya pernah mendengar keluarga Bakrie pada saat itu belum bisa dikatakan sebagai keluarga kaya, bahkan boleh dibilang sebagai keluarga yang kurang mampu, Sampai-sampai anak sulung Achmad Bakrie, yaitu Aburizal Bakrie (Pemimpin bakrie group sekarang ini) harus berjualan Tas di masa kecilnya karena saking sedikitnya uang saku yang diberikan oleh ayahnya.
Menjadi seorang CEO memang tidak mudah. Berikut yang dapat saya mungkin sampaikan beberapa point pada saat saya menjabat sebagai seorang CEO Grup Bakrie
Pertama,
Strengths ; dimana kita memahami aspek strategis, psikologis, dan budaya negosiasi, belajar langkah-langkah konkrit untuk mempersiapkan untuk bernegosiasi dalam berbagai situasi negosiasi; terlibat dalam berbagai latihan negosiasi dan menerima umpan balik pada kinerja. Peningkatan paradigma saat ini untuk kepemimpinan dan implikasinya bagi pengembangan individu.
Kedua,
Weaknesses ; terkadang kami mengalami proses tidak maju karena tidak kompak. Ketidak kompakan tersebut terjadi akibat adanya intervensi dari dalam maupun luar pihak. Oleh sebab itu, selaku CEO saya berkewajiban untuk menyelesaikan polemik tersebut sampai akar-akarnya agar tidak menjalar ke lain tempat.
Ketiga,
Opportunities ; sebagai seorang CEO lantas tidak membuat saya merasa puas. Justru hal itu yang membuat saya terpacu untuk melebarkan sayap-sayap usaha yang tentunya kami akan memperhatikan unsur alam agar semaksimal mungkin kami tidak akan mengekploitasi besar-besaran hasil kekayaan alam Indonesia.
Keempat,
Threats ; terkadang pada point ini merasa cukup dan merasa tidak dipedulikan. Oleh sebab itu kami berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah ancaman dari pihak intern maupun pihak ekstern. Strategi juga harus diterapkan guna memberikan respon terhadap ancaman eksternal demi stabilitas kinerja Bakrie Group di masa kini dan harapan di masa yang akan datang.
Jikalau sudah mengetahui namun mengabaikannnya bersiaplah mengalami kemunduran. Menjalankan dan menerapkan berdasarkan point SWOT merupakan bisnis yang berjalan lancar dan biasanya siapapun yang mampu menjalankan dan menerapkan SWOT adalah bisnis yang sukses. Tunggu inovasi kami berikutnya.
21 Januari 2012
Testimoni BRIDGE Terhadap Kunjungan Ke MAN 2 Jakarta
Meski demikian, mereka bisa cepat beradaptasi dan mengaku banyak menemukan hal menarik yang tidak mereka temui di negara mereka.
"Saya melihat murid-murid Indonesia sangat menghormati guru mereka. Jujur, saya kaget dengan tradisi murid-murid mencium tangan saya sebagai bentuk penghormatan terhadap guru," tutur Emily Sullivan, seorang pengajar dari Our Lady of Sacred Heart College, Adelaide, di Jakarta.
Menurut Emily, yang mengajar selama beberapa minggu di MAN 2 Jakarta, di Australia murid-murid terbiasa menyapa guru mereka dengan cara yang kasual. Tak heran pengalaman pertamanya mendapat cium tangan dari murid-murid Indonesianya sangat berkesan.
Kolega Emily, Laura Brzezinski, juga mengaku kagum dengan tradisi upacara bendera. "Anda menghormati jasa pahlawan dengan berdiri dan memberi hormat selama beberapa menit setiap Senin pagi, itu mengagumkan. Orang Indonesia ternyata menghargai jasa pahlawannya," kata dia.
Bagi Emily dan Laura yang belum pernah berkunjung ke Indonesia sebelum mengikuti program BRIDGE, pengalaman mereka meruntuhkan stereotip tentang orang Indonesia yang selama ini digembar-gemborkan media luar.
Hal senada juga diutarakan Adam Chad, pengajar Canberra Grammar School, yang mengaku sudah sering sekali bepergian ke Bali. Ia mengungkapkan, media Australia selama ini menggambarkan Indonesia sebagai negara yang masih tertinggal, kecuali untuk Bali yang pariwisatanya sudah mendunia.
"Padahal, kalau orang Australia ingin tahu Indonesia yang sebenarnya, mereka harusnya datang ke tempat selain Bali, ke Jawa misalnya. Banyak hal tentang Indonesia yang tidak bisa Anda temui lewat buku atau Internet," ujar pria berambut pirang ini.
Adam sendiri mengaku kagum dengan nilai keluarga yang masih sangat kuat di Indonesia. "Di Indonesia, apapun yang terjadi pada Anda, selalu ada keluarga sebagai support system. Sungguh sesuatu yang tidak bisa sering ditemui di Australia."
Lain lagi cerita Melanie Cross, pengajar Waggrakine Primary School, Geraldton. "Murid-murid Indonesia sangat menyenangkan, mereka antusias! Kalau sudah di depan kelas, kadang saya merasa jadi selebriti," katanya setengah berseloroh.
Menurutnya, anak-anak Indonesia memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, namun tanpa mengurangi rasa hormat mereka terhadap guru. Selain itu, kekerabatan antar mereka juga masih kuat.
"Inilah yang menjadi pentingnya ada kemitraan yang kuat antara Indonesia dan Australia. Saya harap semakin banyak siswa Australia yang tertarik mempelajari Indonesia dan budayanya dengan berkunjung langsung ke Indonesia," harap Melanie.
Sumber : vivanews.com










