entah kali ini saya tidak bisa menarik kesimpulan siapa yang salah maupun siapa yang benar.
Indonesia versus Bahrain
gak tau kenapa saya agak gondok melihat kejadian di Gelora Bung Karno terhadap pertandingan tersebut
Oke saya buka point-point terhadap kejadian hari ini :
1. Boaz Solossa
kenapa? Pemain berdarah Papua tersebut dari skill dan penampilan bisa dibilang top markotop deh. Tapi kelemahan dia indisipliner. Boaz yang konon diminati klub dari benua eropa ini sering mangkir dari latihan. Di era kepelatihan Alfred Riedl dengan tegas Boaz dicoret langsung di skuad Merah Putih akibat tindakan indisipliner tersebut.Solusi ; pakai aja pemain lain yang bener-bener mematuhi aturan.
2. Supporter ;
ini hanya penonton bukan pemain. Jelas supporter hanya memberi dukungan.
Jika Merah Putih mengalagmi kemenangan lantas supporter sorak soray bergembira menyambut kemenangan tersebut.
Kalau kalah? Pusing tujuh keliling deh liatinnya.
Supporter terkadang berrtindak anarkis sampai berbuat hal yang seharusnya tidak dilakukan. Sampai utusan dari induk organisasi Asia yaitu AFC sampai turun tangan, karena ulah supporter yang menyalakan kembang api dan petasan sampai mengganggu jalannya pertandingan.
Solusi ; hhaha agak konyol sii.. kosongin aja stadium setiap laga tanding Indonesia
3. Pemain ;
Banyak kok yang berkomentar kok mentang-mentang Tim Nasional Senior isinya minim pemain berbakat dan kenapa harus Naturalisasi? Pertanyaan Naturalisasi hingga kini fauzan belum mengerti gimana jawabnya :D
Solusinya ; kenapa gak mainkan pemain lokal yang BENER-BENER bermental juara. Jangan mentang-mentang pelatih dari luar indonesia lalu project Naturalisasi jor-joran. Untuk apa adanya Sekolah Sepak Bola (SSB) yang tersebar merata mulai SSB yang masih tradisional sampai yang SSB yang sudah tingkat modern.
Kok gak ada dari pihak PSSI ya? Entahlah pada saat itu saya tidak melihat adanya kesalahan pihak PSSI pada pertandingan tersebut.









